![]() |
| Megawati dan Prabowo (foto: kompas.com) |
Jakarta (Setarapost24): Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan sejumlah hal yang dibicarakan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin malam, 28 September 2026.
Menurut Puan, kunjungan Prabowo tersebut bertujuan
menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, adik Megawati.
Selain itu, pertemuan tersebut juga diisi pembicaraan mengenai persoalan bangsa
dan negara serta silaturahmi untuk menjaga hubungan tetap harmonis.
Puan menyampaikan keterangan itu setelah menghadiri Rapat
Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September
2026.
Prabowo Datang untuk Menyampaikan Belasungkawa
Puan menjelaskan, Prabowo berkunjung ke kediaman Megawati
karena sebelumnya belum sempat menyampaikan belasungkawa secara langsung atas
meninggalnya Guruh Soekarnoputra.
Dalam pertemuan tersebut, Puan turut mendampingi Prabowo dan
Megawati bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Selain menyampaikan duka cita, keduanya juga membicarakan
sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara. Namun,
Puan tidak merinci lebih jauh topik kebangsaan yang dibahas dalam pertemuan
itu.
Puan Tekankan Pentingnya Menjaga Hubungan Baik
Puan menyebut pertemuan Prabowo dan Megawati sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi. Ia menilai hubungan baik perlu terus dijaga agar tidak muncul kesan adanya kerenggangan di antara keduanya.
Ia juga menyoroti dokumentasi pertemuan yang, menurutnya,
memperlihatkan suasana akrab antara Prabowo dan Megawati.
Puan menegaskan bahwa hubungan keduanya tetap terjalin baik
layaknya keluarga. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menekankan pentingnya
menjaga kedekatan dan menghindari pihak-pihak yang berupaya memecah hubungan
mereka.
Pertemuan di Teuku Umar itu menjadi perhatian publik karena memperlihatkan komunikasi antara Prabowo dan Megawati di tengah dinamika politik nasional. Meski demikian, berdasarkan keterangan Puan, agenda kunjungan tersebut mencakup penyampaian belasungkawa, pembicaraan mengenai bangsa dan negara, serta silaturahmi.
