![]() |
| Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang terjaring OTT KPK (foto: espos.id) |
Klaten (Setarapost24): Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 14 jam di Markas Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).
Sebelum meninggalkan lokasi pemeriksaan sekitar pukul 22.30
WIB, Hamenang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Klaten.
Ia mengakui bahwa peristiwa yang tengah dihadapinya telah mengecewakan warga.
Hamenang menyampaikan permintaan maaf tersebut ketika
berjalan menuju kendaraan yang akan membawanya ke Stasiun Klaten. Setelah itu,
ia bersama sejumlah pihak lain yang turut diperiksa diberangkatkan ke Jakarta
menggunakan kereta api untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pemeriksaan terhadap Hamenang merupakan bagian dari operasi
tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Namun, konstruksi perkara dan status
hukum masing-masing pihak masih menjadi kewenangan penyidik untuk didalami
sesuai prosedur hukum.
Bupati Klaten Minta Maaf kepada Masyarakat
Di hadapan awak media, Hamenang menyampaikan penyesalan atas
kekecewaan yang dirasakan masyarakat Klaten. Ia juga meminta doa ketika hendak
meninggalkan Mapolresta Klaten.
Permohonan maaf tersebut disampaikan setelah ia menjalani
pemeriksaan sejak pagi hingga malam hari. Berdasarkan laporan di lokasi,
Hamenang tiba di Mapolresta Klaten sekitar pukul 08.00 WIB dan keluar sekitar
pukul 22.30 WIB.
Keberangkatan Hamenang menuju Jakarta dilakukan dengan
pengawalan penyidik KPK. Rombongan terlebih dahulu bergerak menuju Stasiun
Klaten sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api.
Selain Hamenang, sejumlah orang lainnya juga dibawa ke
Jakarta. Mereka akan menjalani tahapan pemeriksaan berikutnya untuk membantu
penyidik mengungkap dugaan tindak pidana yang sedang ditangani.
KPK Amankan Uang Tunai dan Sejumlah Barang
Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai
dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar. Penyidik juga membawa sejumlah barang yang
diduga berkaitan dengan perkara, termasuk sebuah wadah besar berwarna biru yang
disegel dan diberi label pengawasan KPK.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa wadah
tersebut termasuk barang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan. Benda itu
diduga berkaitan dengan penyimpanan uang yang tengah ditelusuri penyidik.
Selain itu, sejumlah koper berisi dokumen juga terlihat
dibawa oleh petugas ketika rombongan berangkat menuju Jakarta. Dokumen tersebut
diduga berkaitan dengan proses penyelidikan, tetapi hubungan setiap barang
dengan dugaan perkara masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan.
KPK belum menyimpulkan keterlibatan masing-masing pihak
hanya berdasarkan barang yang diamankan. Penyidik masih perlu menelusuri
asal-usul uang, dokumen, serta kaitannya dengan dugaan tindak pidana yang
sedang diusut.
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang
KPK mendalami dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara
negara yang berkaitan dengan sejumlah urusan pemerintahan daerah. Perkara
tersebut diduga mencakup pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta
kemungkinan penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak dari lingkungan
pemerintahan dan pihak lain turut diamankan untuk dimintai keterangan. Penyidik
juga menelusuri kemungkinan keterkaitan perkara dengan proses pemeriksaan atau
audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Meski demikian, dugaan tersebut masih dalam proses
pendalaman. Penentuan peran dan tanggung jawab hukum setiap pihak harus
didasarkan pada alat bukti serta hasil penyidikan KPK.
Keberangkatan Hamenang ke Jakarta menjadi tahapan lanjutan
dalam penanganan perkara tersebut. Publik kini menunggu penjelasan resmi KPK
mengenai konstruksi kasus, pihak-pihak yang terlibat, dan perkembangan status
hukum mereka.
KPK diharapkan dapat menyampaikan perkembangan perkara secara transparan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
