Kerusuhan Prancis Memanas, Ratusan Ribu Demonstran Bentrok dengan Polisi dan Aksi Penjarahan Meluas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23.36 WIB

Bagikan:

Suasana demo di Paris (foto: kontan.co.id)

Paris (Setarapost24): Gelombang demonstrasi yang melibatkan ratusan ribu orang melanda sejumlah kota di Prancis pada Sabtu, (17/10/2026). Aksi yang diikuti pelajar dan mantan aktivis gerakan rompi kuning tersebut diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan, pembakaran, perusakan fasilitas umum, hingga penjarahan sejumlah toko.


Unjuk rasa berlangsung di berbagai wilayah sebagai bentuk protes terhadap meningkatnya biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik. Situasi di sejumlah lokasi kemudian memanas setelah kelompok-kelompok tertentu melakukan aksi kekerasan dan merusak fasilitas umum.


Meski banyak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, beberapa kelompok dilaporkan menyerang kendaraan dan polisi, serta menjarah butik mewah dan supermarket. Insiden tersebut memperburuk situasi keamanan di sejumlah kota.


Di Limoges, gedung balai kota dilaporkan terbakar di tengah kerusuhan. Sementara itu, di Marseille, sekelompok demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan merusak bagian bangunan dengan coretan bernuansa anarkistis.


Aksi kekerasan juga terjadi di Lyon. Di kota tersebut, kantor pariwisata menjadi sasaran pembakaran saat demonstrasi berlangsung.


Rangkaian insiden itu menunjukkan bahwa demonstrasi yang dipicu persoalan ekonomi dan layanan publik telah berkembang menjadi gangguan keamanan di sejumlah wilayah Prancis.


Perkembangan situasi selanjutnya, termasuk jumlah korban, penangkapan, serta langkah pemerintah dalam menangani kerusuhan, perlu dikonfirmasi melalui laporan resmi dan pembaruan dari otoritas setempat. 

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI