Pramono Anung Evaluasi Ganjil Genap dan CFD Jakarta, Utamakan Manfaat bagi Warga

Selasa, 29 September 2026 | 20.36 WIB

Bagikan:

Suasana CFD di Jakarta (foto: greeners.co)

Jakarta (Setarapost24): Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil genap dan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Ibu Kota. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan transportasi yang diterapkan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pramono menegaskan, kebijakan publik tidak seharusnya dijalankan sekadar sebagai formalitas. Menurutnya, setiap keputusan perlu menghasilkan dampak nyata bagi warga Jakarta.


Pernyataan itu disampaikan Pramono pada Senin, 28 September 2026, ketika membahas rencana evaluasi sejumlah kebijakan transportasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.


Ganjil Genap dan CFD Masuk Agenda Evaluasi

Pramono menyampaikan bahwa dirinya dijadwalkan menerima laporan dari Kepala Dishub DKI Jakarta mengenai beberapa kebijakan transportasi, termasuk aturan ganjil genap dan pelaksanaan CFD.


Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menilai efektivitas kebijakan yang selama ini berjalan. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya.


Meski demikian, Pramono belum mengumumkan perubahan konkret terhadap aturan ganjil genap maupun pelaksanaan CFD. Keputusan mengenai kedua kebijakan tersebut masih perlu mempertimbangkan hasil pembahasan dan dampaknya terhadap masyarakat.


Dishub Kaji Efektivitas Aturan Ganjil Genap

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta telah mengumpulkan masukan masyarakat melalui forum diskusi mengenai kebijakan ganjil genap. Evaluasi dilakukan untuk meninjau penerapan aturan tersebut setelah berjalan selama sekitar satu dekade.


Kajian tersebut mencakup sejumlah aspek, antara lain kondisi ekonomi, lingkungan hidup, emisi kendaraan, serta karakteristik kendaraan yang beroperasi di Jakarta.


Masukan dari pelaku usaha dan pandangan para ahli juga menjadi bahan pertimbangan. Sebagian pelaku usaha mengusulkan pelonggaran aturan, sedangkan kebijakan relaksasi perlu dikaji secara cermat karena berpotensi memengaruhi kepadatan lalu lintas.


Keputusan Akhir Ditujukan untuk Kepentingan Warga

Pramono menekankan bahwa hasil evaluasi ganjil genap maupun CFD harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempertimbangkan manfaat yang dapat dihasilkan sebelum menentukan kebijakan lanjutan.


Dengan evaluasi tersebut, Pemprov DKI diharapkan dapat menentukan kebijakan transportasi yang lebih efektif, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan mobilitas, kondisi lingkungan, dan aktivitas ekonomi warga.


Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada keputusan final yang diumumkan mengenai perubahan aturan ganjil genap atau jadwal pelaksanaan CFD di Jakarta.

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI