Kondisi siswa yang dirawat akibat konsumsi MBG (foto: murianews.com)
Pati (Setarapost24) - Dugaan keracunan makanan dalam program Makan
Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Pati. Hingga Rabu (9/92026), sebanyak 273 siswa dan 43 guru dari dua sekolah dilaporkan
mengalami berbagai keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Para korban berasal dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri
3 Pati. Mereka mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, diare,
pusing, serta sakit perut.
Keluhan Muncul Sehari Setelah Menyantap MBG
Peristiwa tersebut bermula setelah para siswa menerima
makanan MBG pada Selasa, 8 September 2026. Setelah mengonsumsi makanan
tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan gangguan kesehatan.
Keluhan kemudian semakin banyak dilaporkan pada hari
berikutnya. Kondisi korban bervariasi, mulai dari sakit perut dan pusing hingga
muntah serta diare.
Pihak sekolah bersama petugas kesehatan kemudian melakukan
pendataan dan membawa siswa maupun guru yang membutuhkan penanganan ke sejumlah
fasilitas kesehatan.
Korban Mendapat Perawatan
Sebagian korban harus mendapatkan perawatan di puskesmas
maupun rumah sakit. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat
keluhan yang dialami masing-masing pasien.
Meningkatnya jumlah korban membuat kasus tersebut mendapat
perhatian pemerintah daerah. Pemeriksaan terhadap para korban sekaligus
penelusuran sumber makanan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan
kesehatan.
Keamanan Makanan MBG Jadi Sorotan
Kasus di Pati kembali menimbulkan pertanyaan mengenai
keamanan dan proses distribusi makanan dalam program MBG.
Makanan yang dikonsumsi para siswa perlu diperiksa, termasuk
dari sisi bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga waktu pengiriman ke
sekolah. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah gangguan
kesehatan yang dialami para siswa memang berkaitan dengan makanan MBG.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga perlu
melakukan investigasi epidemiologis dan pemeriksaan sampel makanan sebelum
menyimpulkan penyebab kejadian.
Evaluasi Program Diperlukan
Kejadian yang melibatkan ratusan siswa dan puluhan guru
tersebut menjadi peringatan agar standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG
diperketat.
Selain penanganan terhadap korban, evaluasi terhadap
penyedia makanan dan mekanisme distribusi juga diperlukan untuk mencegah
kejadian serupa kembali terjadi.
Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari otoritas kesehatan mengenai penyebab gangguan kesehatan tersebut. (konnteks.co.id)