273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG

Kamis, 10 September 2026 | 18.43 WIB

Bagikan:

Kondisi siswa yang dirawat akibat konsumsi MBG (foto: murianews.com)


Pati (Setarapost24) - Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Pati. Hingga Rabu (9/92026), sebanyak 273 siswa dan 43 guru dari dua sekolah dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.


Para korban berasal dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati. Mereka mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut.


Keluhan Muncul Sehari Setelah Menyantap MBG

Peristiwa tersebut bermula setelah para siswa menerima makanan MBG pada Selasa, 8 September 2026. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan gangguan kesehatan.


Keluhan kemudian semakin banyak dilaporkan pada hari berikutnya. Kondisi korban bervariasi, mulai dari sakit perut dan pusing hingga muntah serta diare.


Pihak sekolah bersama petugas kesehatan kemudian melakukan pendataan dan membawa siswa maupun guru yang membutuhkan penanganan ke sejumlah fasilitas kesehatan.


Korban Mendapat Perawatan

Sebagian korban harus mendapatkan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat keluhan yang dialami masing-masing pasien.


Meningkatnya jumlah korban membuat kasus tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah. Pemeriksaan terhadap para korban sekaligus penelusuran sumber makanan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan.


Keamanan Makanan MBG Jadi Sorotan

Kasus di Pati kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan proses distribusi makanan dalam program MBG.


Makanan yang dikonsumsi para siswa perlu diperiksa, termasuk dari sisi bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga waktu pengiriman ke sekolah. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami para siswa memang berkaitan dengan makanan MBG.


Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga perlu melakukan investigasi epidemiologis dan pemeriksaan sampel makanan sebelum menyimpulkan penyebab kejadian.


Evaluasi Program Diperlukan

Kejadian yang melibatkan ratusan siswa dan puluhan guru tersebut menjadi peringatan agar standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG diperketat.


Selain penanganan terhadap korban, evaluasi terhadap penyedia makanan dan mekanisme distribusi juga diperlukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.


Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari otoritas kesehatan mengenai penyebab gangguan kesehatan tersebut. (konnteks.co.id)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI