Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla Saat Puncak El Nino

Selasa, 01 September 2026 | 16.00 WIB

Bagikan:
Ilustrasi El Nino (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (Setarapost24) - Pemerintah Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring puncak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada September 2026.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa jumlah titik panas di enam provinsi prioritas menunjukkan penurunan pada akhir Agustus. Keenam wilayah tersebut meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, pemerintah menilai ancaman kebakaran masih perlu diantisipasi karena dampak El Nino belum berakhir.


Untuk mengurangi risiko kebakaran, pemerintah akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca di wilayah-wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan awan yang berpotensi menghasilkan hujan untuk membantu membasahi lahan dan menjaga ketersediaan air di dalam tanah.


Pemerintah juga terus melakukan pembasahan lahan serta pemadaman api dari udara melalui operasi water bombing. Upaya tersebut mendapat dukungan dari sejumlah negara, termasuk Jepang yang menyediakan tiga helikopter untuk membantu penanganan kebakaran di Indonesia.


Selain penanganan dari udara, petugas di lapangan juga terus melakukan pencegahan dan pemadaman di berbagai titik kebakaran. Pemerintah turut menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menambah sumur bor dan sekat kanal guna menjaga kelembapan lahan gambut.


Namun, proses pemadaman masih menghadapi kendala, terutama terbatasnya sumber air di beberapa wilayah. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya membasahi daerah sekitar titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.


Pemerintah menegaskan bahwa September menjadi periode penting dalam upaya pengendalian karhutla. Meskipun jumlah titik panas mulai menurun, seluruh pihak tetap diminta untuk waspada dan memperkuat langkah pencegahan selama puncak El Nino berlangsung.


Sumber: ANTARA News

Bagikan:
KOMENTAR