Seribu Lebih Pelajar di Sergai Deklarasi Rindu Pelajaran PMP Pada Seminar Kita Pancasila

Minggu, 15 Desember 2019 | 19.27 WIB

Bagikan:
Setarapost.comLebih dari 1000 pelajar yang berasal dari 28 SMA/SMK di Kabupaten Serdang Bedagai mendeklarasikan kerinduannya terhadap Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di acara Seminar Nasional Kita Pancasila dengan Tema Penanaman Nilai-nilai Pancasila sejak Dini dalam Mencegah Paham Radikalisme dan intoleransi di Tanah Bertuah, Negeri Beradat ini, Sabtu (14/12).

Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Aspirasi Milenial (RAM) ini juga di hardiri oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, Kepala Subdirektorat Intelkam Polda Sumatera Utara Ahyan, TGB Ahmad Sabban El Rahmany Rajagukguk, serta perwakilan dari Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Serdang Bedagai.

Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM), Elvi Yuliana saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Kita Pancasila 

Dalam sambutannya, Fouder RAM Elvi Yuliana menjelaskan tujuan diselenggarakannya seminar nasional adalah untuk mumbuhkan kesadaran dan generasi milenial menjadi motor penggerak dalam pembumian Pancasila.
"Tujuannya untuk menambah kesadaran generasi milenial serta masyarakat luas dan menjaga  Pancasila. Generasi milenial juga harus jadi motor penggerak dan menjadi contoh dalam pembumian Pancasila," tutur Elvi.
Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM), Elvi Yuliana saat menyerahkan cenderamata kepada Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, SE. 

Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai Darma Wijaya dalam sambutannya menjelaskan bahwa penanaman ideologi Pancasila harus ditanamkan sejak dini.
"Penanaman Ideologi Pancasila harus dilakukan sejak dini. Hal ini bertujuan untuk mencegah bibit-bibit intoleransi dan radikalisme,"jelasnya.
Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM), Elvi Yuliana saat menyerahkan cenderamata kepada Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi, Romo Antonius Benny Susetyo. 

Selain itu, Darma Wijaya juga menegaskan bahwa generasi milenial harus bisa membangun benteng yang kokoh dalam menangkal efek negatif dari kemajuan era digital saat ini. 
Kapala Subdirektorat Intelkam Polda Sumatera Utara Ahyan menjelaskan bahwa penyebaran radikalisme mudah dilakukan di era digitalisasi.
"Di eradigitalisasi seperti sekarang sangat mudah dilakukan baik melalui media cetak maupun elektronik," jelasnya.
Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM), Elvi Yuliana saat menyerahkan cenderamata kepada TGB Ahmad Sabban El Rahmany Rajagukguk. 

TGB Ahmad Sabban menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus Ukhwah Wathaniyah yaitu menjaga kerukunan bernegara bersaudara sesama manusia.
"Harus Ukhwah Wathaniyah yaitu kita semua bersaudara dengan sesama manusia. Satu indonesia," tegasnya.
Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa generasi milenial harus mampu memfilter segala informasi yang didapatkan khususnya di era digital sekarang ini. 

"Generasi milenial harus mampu memfilter informasi yang masuk tidak boleh menerimanya mentah-mentah. Hentikan hoax dan berita bohong dan merugikan masyatakat," tegas TGB Ahmad Sabban
Senada dengan hal tersebut Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Antonius Benny Susetyo juga menegaskan bahwa generasi milenial harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan konten positif. 
"Generasi milenial harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan konten positif yang menarik, informatif, dan edukatif," tegas Benny.
Benny menambahkan seluruh anak bangsa harus menampilkan konten positif yang bisa merepresentasikan keindahan perbedaan, kebudayaan, dan kebudayan  dan melawan semua dampak negatif yang tidak Pancasilais.(inakoran
Bagikan:
KOMENTAR