Sugianto Makmur: Gubsu Sebaiknya Memikirkan Pemajuan Sektor Pertanian di Sumut

Sabtu, 21 September 2019 | 11.51 WIB

Bagikan:
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Sugianto Makmur. 
Setarapost.comGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengundang seluruh anggota DPRD Sumut yang baru saja dilantik dalam acara silaturahmi dan makan malam bersama, Jumat (20/9).

Saat pertemuan tersebut, Edy Rahmayadi bercerita tentang kemajuan Tiongkok di bidang militer yang melampaui Amerika, yang juga perlahan tapi pasti menguasai ekonomi dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Rahmayadi juga menyampaikan rencananya untuk membangun infrastruktur jalan guna mengurai kemacetan dan sport center.

Pandangan tersebut mendapat respon dari salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, yang hadir dalam silaturahmi bersama Edy Rahmayadi.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto Makmur memaparkan pandangannya dalam membangun Sumatera Utara.

"Menurut saya, itu semua penting. Tapi yang tidak kalah pentingnya, memastikan makanan kita cukup. Kita tidak akan mungkin mengejar ketinggalan di bidang militer. Sudah terlambat puluhan tahun!," kata Sugianto.

Dia menganggap, Gubernur Sumut dibawah kepemimpinan Edy Rahmayadi, sebaiknya memikirkan pemajuan bidang pertanian.

"Lebih baik, selain infrastruktur jalan dan fasilitas publik, gubernur juga sebaiknya memikirkan memajukan pertanian untuk mengambil bagian dalam mencapai kemandirian pangan nasional," lanjutnya.

Menurut anggota dewan asal Dapil 12 yang meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini, mencapai kemandirian pangan nasional itu, susah-susah gampang.

Ada beberapa poin yang dia paparkan untuk memajukan sektor pertanian di Sumatera Utara.

Pertama, infrastruktur, pengetahuan pertanian, mekanisasi pertanian, benih dan bibit unggul serta pembukaan lahan pertanian berkelanjutan. Ini utk optimalisasi lahan yang sudah ada.

Kedua, bahan pangan yang dimakan nenek moyang, yang sempat dihindari tetapi baru sadari belakangan ini, ternyata lebih baik dan lebih sehat untuk tubuh. Bahan pangan tersebut ialah sorgum, umbi-umbian, jagung dan sagu adalah makanan yg sehat. Nasi disebut penyebab utama diabetes.

Menurutnya, ada 4 kali lipat lahan yang bisa ditanami sagu dibandingkan dengan padi. Ada banyak lahan kering yang bisa ditanami sorgum.
Ada banyak lahan di pegunungan yang bisa ditanami umbi-umbian. Dan juga jagung yang praktis bisa ditanami di mana saja.
Ada juga lahan-lahan rawa yang bisa ditanami keladi. Ini untuk mengurangi beban pada padi. Semua orang makan nasi, padahal lahan sawah terbatas.

Panen raya terus menerus berhasil, namun dia tidak yakin produksi beras cukup dengan penduduk sudah hampir 300juta.

Selanjutnya, ketiga, hentikan penambahan kebun sawit. Menurut Sugianto, sawit perlu direplanting, harus ditanami tumbuhan lain karena tidak lagi menguntungkan secara ekonomi dibanding tanaman lain. Ekspansi besar-besaran sawit sudah menyebabkan bencana perubahan ekosistem yang luar biasa.

Dan poin terakhir, pemanfatan lahan tidur. Dia mencontohkan Kabupaten Tapanuli Utara yang memiliki 60.000 ha lahan tidur yang sebagian milik negara dan sebagian lagi lahan adat.

Dia mengatakan, kalau lahan tidur tersebut ditanami jagung, bisa menghasilkan jagung sebanyak 1,2 juta ton per tahun.

"Itu hanya di Taput, belum kabupaten lain. Tidak perlu buat irigasi, tidak perlu buat apa-apa. Hanya perlu membangkitkan nasionalisme saudara-saudara suku Batak untuk merelakan tanah mereka ditanami tanpa menghilangkan hak adat mereka. Supaya satu masalah negara bisa diatasi, penghentian impor jagung. Apakah lahan mereka tanami sendiri atau BUMN atau BUMD atau swasta, yang penting tanah menghasilkan jagung," terangnya.

"Kalau dikerjakan terus-menerus, konsisten, kita pasti akan mencapai kemandirian pangan," tandasnya.
Bagikan:
KOMENTAR