![]() |
| RSUD Sidikalang |
Setarapost.com | Sejumlah pasien yang hendak berobat ke Rumah Sakit Umum Sidikalang, khususnya pasien yang hendak operasi mengaku kecewa. Obat bius di RSU tersebut diduga kosong, sehingga pasien langsung dirujuk ke rumah sakit lain.
Sugianto Hasugian keluarga pasien, Kamis (25/7) lewat telepon mengatakan, saudara iparnya ditunda operasi bersalin karena tidak ada obat bius. Saudara iparnya, Kristina Situmorang warga Desa Sibongkaras Kecamatan Silima Punggapungga, Rabu (24/7) datang ke rumah sakit hendak operasi, harus pulang ke rumah disuruh dokter. Dokter pada saat itu mengatakan, besok aja kalian datang, tidak bisa operasi hari ini, karena obat bius kosong.
Salah satu dokter bedah yang tidak bersedia dituliskan namanya ditemui di RSUD Sidikalang, Kamis (25/7) membenarkan, jika rumah sakit itu tidak bisa melayani pasien operasi. Dua ibu hamil, Rabu (24/7) gagal melakukan operasi melahirkan, terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Berastagi Kabupaten Karo karena obat bius kosong.
Kosongnya obat bius karena ada surat edaran badan pengawas obat dan makanan (BPOM), pelarangan penggunaan obat bius merk regivel. Sementara selama ini, obat bius tersebut sering digunakan di RSUD Sidikalang. Tetapi lanjut tenaga medis itu, seharusnya ketika surat edaran pelarangan sudah diterima. Pihak manajemen seyogianya sudah harus ada obat bius pengganti dari merk lain. Sebab, pelayanan terhadap masyarakat khusunya ibu hamil tidak boleh berhenti.
"Jika kondisi sudah emergensi mana boleh ditunda-tunda. Pasien yang ditolak sudah kategori emergensi, sehingga langsung dirujuk," ucap sumber.
Ditambahkan, pelarangan penggunaan obat bius tersebut sejak, Rabu (24/7). Manajemen berjanji obat bius akan tersedia, Kamis (25/7) siang.
Direktur RSUD Sidikalang, dr Henry Manik dikonfirmasi, Kamis (25/7) belum bersedia memberikan keterangan. Henry mengaku sedang ditunggu mau rapat.
"Tunggu aja ya, nanti kita jumpa," ujarnya. Lewat pesan elektronik kepada wartawan disampaikan, bahwa obat bius tersedia di rumah sakit. Untuk bius umum dan spinal tersedia. Memang untuk merk regivel, penyedia obat datang ke rumah sakit dan menarik obat tersebut karena ada surat edaran dari pimpinan perusahaan obat itu.
Lebih lanjut dikatakan, pihak RSU Sidikalang berusaha mencari obat pengganti dari rumah sakit terdekat. Kondisi saat ini, obat bius spinal merk lain sudah dalam perjalanan.
Sumber: hariansib.com

