![]() |
| Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018). |
Medan, SetaraPost - Warga Ramunia, Open Manurung yang hadir dalam debat publik
ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) mengaku tegas
akan memilih nomor dua. Warga yang menjadi salah satu korban atas
sengketa lahan di Kabupaten Deliserdang tersebut mengaku masih trauma
dengan peristiwa lampau di mana dia dan sejumlah warga lainnya
diintimidasi.
Warga Sumatera Utara (Sumut)
pasti masih mengingat peristiwa yang terjadi di halaman Kantor DPRD
Sumut, Jumat (17/4/2015). Peristiwa yang diabadikan dalam bentuk audio
visual dan viral di sejumlah akun YouTube seperti link https://youtu.be/SdD7AeYVpus tersebut masih menyisakan duka.
Khususnya
untuk Open Manurung yang dibentak dan mendapat tekanan psikologis
seperti dalam video tersebut. Dalam debat publik ketiga Pemilihan
Gubernur (Pilgub) Sumut, Open Manurung sengaja datang dan mengikuti
rangkaian debat tersebut. Duduk di kursi depan di Hotel Santika Dyandra
Medan tersebut serta melihat dua pasangan calon membahas mengenai
pelanggaran HAM.
Bahkan dalam salah satu sesi,
pasangan Djarot-Sihar atau Djoss menjadikan Open Manurung sebagai salah
satu contoh korban pelanggaran HAM. Setelah selesai menyaksikan debat
publik tersebut, Open pun memberikan keterangan kepada sejumlah pekerja
media.
Open mengatakan bahwa pihaknya sudah
tegas memilih nomor urut dua dalam Pilgub Sumut ini. Dia juga
menambahkan bahwa dalam debat tersebut sudah sangat jelas bahwa hanya
pasangan Djoss yang mampu membantu mereka menyelesaikan sengketa lahan.
Open
memaparkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak memilih nomor dua.
Terlebih saat pasangan tersebut menjadikan kasus Ramunia sebagai salah
satu contoh pelanggaran HAM. Karena memang pada kenyataannya warga
Ramunia ditindas atas lahan yang sudah mereka kelola.
Open
menjelaskan bahwa dalam debat tersebut dia menyaksikan bahwa pasangan
Djoss sangat tulus ingin menyelesaikan sejumlah sengketa lahan yang ada
di Sumut. "Kita berharap Djoss menang dan kita akan berjuang bersama
selamatkan lahan warga," katanya.(bcl comm)

