![]() |
| Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat berkunjung ke Taman Wisata Iman di perbukitan Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, Minggu (3/6). |
Taman
Wisata Iman ini berdiri di atas lahan seluas 130.000 m2, sebagai tempat
wisata religi. Keberadaan Taman Wisata Iman ini menggambarkan lima
agama yang diakui di Indonesia. Dari kelima agama tersebut, dibangun
satu taman yang berisikan bangunan ibadah bagi pemeluk agama
masing-masing. Mulai dari tempat peribadatan hingga miniatur bangunan
yang dianggap bersejarah dan mengenang peristiwa-peristiwa penting bagi
pemeluknya.
Yakni, lapangan
Manasik Haji dan Masjid, Perjalanan Kehidupan Yesus Kristus. Dimulai
dari Kandang Domba di Betlehem, Yesus memberi makan 5.000 orang, Yesus
berdoa di Taman Getsmani, 14 tahap perjalanan salib (Via Dolorosa),
Bukit Golgata dan Kebangkitan Yesus. Kemudian, Vihara Saddhavadana
dengan patung Buddha Rupang, patung Abraham, patung Nabi Musa, Gereja
Oikumene, Gua Bunda Maria, dan Perahu Nabi Nuh, dan Kuil Hindu.
Di
sana, pendamping Djarot Saiful Hidayat itu mengunjungi semuanya.
Menapaki lokasi yang berbeda dengan berjalan kaki, naik anak turun
tangga, Sihar tampak antusias melihat bangunan masing-masing kelima
agama. Dirinya pun tak sungkan bertanya dan minta penjelasan pada
petugas Taman Wisata Iman yang mendampinginya.
Sihar
menilai, Taman Wisata Iman ini tak hanya dijadikan sebagai tempat
wisata religi semata. Pesan Taman Wisata Iman ini juga kiranya
disampaikan kepada anak-anak sebagai media pembelajaran. Perbedaan
kiranya tak menjadi pemisah untuk pembangunan dan kemajuan Sumatera
Utara.
"Taman Wisata Iman ini dibangun tentunya untuk menjaga kerukunan
beragama antarwarga Sumut khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Ini
juga sebagai bentuk pendidikan tentang agama lainnya. Kita punya
kesempatan belajar, tahu agama lain, saling memahami," ungkap pria murah
senyum itu.
Tak hanya itu,
Taman Wisata Iman ini juga patut menjadi tempat rekreasi bersama
keluarga. Dengan pemandangan di bawah perbukitan Desa Sitinjo itu.
"Juga
sebagai tempat rekreasi, karena pemandangan yang sangat bagus. Juga
dengan udara sejuk dan nyaman, untuk ketenangan mengasah spritual kita,"
katanya.
Katanya, dengan
potensi yang dimiliki Kabupaten Dairi ini menjadi magnet untuk
mendatangkan wisatawan baik lokal maupun luar negeri, sehingga menambah
pendapatan asli daerah (PAD).
"Apa yang disajikan di sini, menjadi salah
satu tujuan wisata di Kabupaten Dairi ini, yang menjadi salah satu
penyumbang pendapatan daerah. Sisi lain, pasti menjadi perekonomian
masyarakat," pungkasnya. (BCL Comm)




