Ini
dikatakan Koordinator Jaringan Perlindungan Anak Sumatera Utara, Misran
Lubis, dalam pertemuannya bersama Calon Wakil Gubernur (Cawagub)
Sumatera Utara, Sihar Sitorus di Hotel Grandhika Setiabudi Medan Jalan
Dr Mansur Medan, Kamis (21/6/2018).
Katanya,
dengan dorongan ini pula, kiranya paslon nomor urut dua itu sudah
menyiapkan konteks tentang kondisi perlindungan anak di Sumatera Utara.
"Ketika nanti menjabat, pasti menyiapkan program lima tahun ke depannya.
Sehingga perlindungan anak ke depannya, tidak lagi normatif, tidak
hanya permukaan saja, tidak hanya sosialisasi saja. Persoalan anak itu
sangat teknis," ungkap Misran.
Jaringan
Perlindungan Anak yang terdiri dari komunitas, para penggiat anak,
Pusat Perlindungan Anak, dan lainnya ini menilai, kondisi yang dihadapi
saat ini adalah koordinasi dengan pemerintah yang kerap tak berjalan
mulus. Tak ayal, laporan dan program pemerintah terkait persoalan anak
tak berjalan seirama.
"Yang paling penting adalah bagaimana memanajemen
anggaran itu bersinergi dengan penggiat anak. Juga pemerintah harus
sadar akan perannya, dalam penanganan anak, sebagai fasilitator bukan
eksekutor. Karena jumlah SDM yang terbatas dan juga tidak mengetahui
betul persoalan anak," ucapnya.
Sedangkan
Sihar Sitorus didampingi sang istri, Patricia Siahaan dan kedua putra
mereka menilai, persoalan anak yang dihadapi dari penjelasan Jaringan
Perlindungan Anak Sumatera Utara ini sangat kompleks. Diperlukan
penanganan khusus, yang tidak hanya bergantung pada pemerintah saja.
"Banyak problem sosial, terkhusus perlindungan anak yang tidak bisa
tertangani dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah tidak bisa
menyelesaikan ini semuanya dengan perfect. Pasti ada pihak yang
mengetahui kondisi sebenarnya yang harus digandeng," ungkap Sihar. (BCL
Comm)

