"Dulu,
Sidikalang sangat terkenal dengan kopi, sekarang meredup. Ada keinginan
untuk mengembalikan itu lagi, mengembalikan Kopi Sidikalang agar
dikenal lagi. Dulu, banyak petani yang sejahtera dari kopi, sekarang
tidak lagi," ungkap pemilik Poda Coffee saat bertemu Calon Wakil
Gubernur (Cawagub) Sihar Sitorus di gudang kopi miliknya di Kampung
Hutatika Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sabtu (2/6/2018).
Diakuinya,
kopi Sidikalang memiliki kualitas tinggi. Inilah yang menjadikan kopi
Sidikalang tak hanya dikenal di Indonesia saja, namun juga mancanegara.
"Banyak bibit kopi di sini berkualitas dan sudah dipasarkan di beberapa
negara. Seperti di Belanda, Inggris, Amerika dan Korea. Sekarang, tiap
kopi yang diproduksi, wajib menggunakan nama Sidikalang. Ini keinginan
kita," aku Samuel Sihombing yang juga pengrajin kopi itu.
Nah,
meredupnya kopi Sidikalang sekarang ini, Samuel menyebutkan, tak
terlepas dari inkonsistensinya petani kopi dalam menjaga kualitas. Ini
juga tak terlepas dari keseriusan pemerintah dalam menjaga dan memajukan
kopi Sidikalang menjadi primadona.
"Dikasih bibit kopi kepada petani,
tapi tidak melihat kualitasnya dan disesuaikan dengan kondisi
lingkungan. Bibit diambil sembarangan, akhirnya petani kecewa karena
hasilnya," jelasnya kepada pendamping Djarot Saiful Hidayat itu.
Dilansir
dari berbagai sumber, kopi Sidikalang sudah terkenal akan cita rasanya
yang mantap, bahkan bukan hanya di dalam negeri tetapi sampai ke luar
negeri. Salah satu pesaing kenikmatan kopi Sidikalang adalah kopi
Brazil, yang menjadi salah satu primadona kopi terbaik di dunia. Menurut
para ahli kopi, kekhasan kopi Sidikalang didapat dari kombinasi hawa
dingin dan jenis tanah di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian 1.500
meter di atas permukaan laut. Di Sumatera Utara terdapat tiga daerah
penghasil kopi terbaik yaitu Lintongnihuta, Mandailing, dan Sidikalang.
Kopi
Sidikalang memang sejak dahulu sudah terkenal sebagai jenis kopi yang
memiliki kualitas biji yang bagus dan dikenal hingga ke berbagai
mancanegara. Kopi dari daerah ini terkenal dengan aroma dan memiliki
rasa yang khas yang dipuji oleh pecinta kopi sebagai salah satu sumber
kopi terbaik di dunia.
Bahkan di
Indonesia sendiri, biji kopi Sidikalang sudah dikenal sebagai biji kopi
yang terjamin kualitasnya. Sehingga, memiliki harga yang tinggi di
pasaran. Bahkan, kopi Sidikalang pernah dinobatkan menjadi kopi resmi
Sidang Umum MPR pada tahun 90 an.
Namun,
lanjut Samuel, keseriusan pemerintah ini sepatutnya harus melihat
secara keseluruhan. Sebab, persoalan tak hanya pada terletak pada
kualitas biji kopi semata, ketekunan petani dalam proses untuk mendapat
hasil kualitas. Namun, hal utama adalah persoalan infrastruktur.
"Pemerintah sebaiknya fokus pada infrastruktur dulu. Perbaiki
infrastruktur, untuk memudahkan petani kopi memasarkan kopinya. Jangan
langsung memberi bibit yang tidak diketahui kualitasnya," pungkasnya. (BCL Comm)



