Pasalnya hanya pengeras suara yang
digunakan pasangan nomor urut satu yang dapat berfungsi dengan baik.
Pihak pengelola audio pada awalnya tidak mau memberikan penjelasan
terkait gangguan tersebut. Hingga pada akhirnya seorang Pemimpin Redaksi
Stasiun TV Nasional yang merupakan penyelenggara kegiatan dan
memberikan solusi. Selain itu sejumlah Komisioner KPU Sumut juga turun
untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.
Dari
pantauan wartawan, pihak penyelenggara juga terkesan memberikan banyak
kelonggaran kepada pendukung Eramas. Dengan bebas simpatisan Eramas
dapat melontarkan teriakan teriakan, termasuk saat pasangan Djoss
memberikan paparan.
Salah satu undangan yang
hadir di tempat tersebut, Iskandar Simatupang mengaku sangat kecewa
melihat kondisi tersebut. Kecenderungan kecurangan diberikan kepada
pasangan Djoss atau pasangan nomor urut dua.
"Kita
bisa melihat sendiri, bagaimana simpatisan pasangan nomor urut satu
tidak tertib saat pasangan nomor urut dua memberikan paparan. Di sisi
lain, gangguan audio saat pasangan Djoss memberikan paparan juga
terkesan sebagai bentuk sabotase," katanya.(bcl comm)

