![]() |
| Ustad Muhammad Ali menujukkan Mobil Kijang Innova dengan
nomor polisi BK 333 HE yang dirusak OTK seusai membuat laporan pengaduan
di Polrestabes Medan, Jumat (22/6/2018). |
Mobil yang
biasa digunakan oleh Ustaz Ade Dermawan tersebut dikendarai oleh Ustaz
Muhammad Ali dengan tujuan untuk mengantar Ustaz Ade Dermawan pulang ke
rumahnya ke kawasan Sei Batang Serangan Medan. Kedua tokoh agama
tersebut baru mengikuti acara di salah satu rumah relawan pasangan
Djarot dan Sihar Sitorus atau (Djoss) di rumah relawan Semangat Baru
Sumut, di kawasan Jalan Abdulah Lubis.
Setelah
selesai mengantar Ustaz Ade Dermawan tersebut, Ali melintas dari kawasan
Jalan Ringroad menuju Jalan AH Nasution atau Tritura Medan. Tepatnya di
kawasan Asrama Haji Medan, dua sepeda motor jenis trail mendekati mobil
tersebut. Dari sepeda motor tersebut, salah seorang yang dibonceng
diduga berjenis kelamin laki-laki berbadan tegap membawa balok runcing.
Kemudian memukul sebelah kiri dari mobil tersebut.
“Kuat
dugaan ini ditujukan untuk Ustaz Ade Dermawan. Karena selama ini ia
selalu duduk di sebelah kiri. Selain itu sebelumnya Ustaz Ade juga kerap
mendapat ancaman melalui SMS,” kata Ustaz Ali dalam keterangan pers di
salah satu coffee shop di kawasan Kampung Durian Medan, Jumat
(22/6/2018)
Ustaz Ali menduga bahwa teror
tersebut sudah direncanakan dengan matang. Pasalnya peristiwanya terjadi
sangat cepat. Selain itu tujuan teror tersebut ditujukan kepada Ustaz
Ade Dermawan. Karena selama ini Ustaz Ade sangat vokal dalam menyuarakan
agar warga Sumut memilih gubernur yang jujur dan bukan yang pembohong.
![]() |
| Kondisi kaca depan mobil Djoss yang biasa dikendarai oleh Ustadz Ade Darmawan yang dirusak oleh OTK |
“Terlebih setelah maraknya tulisan mengajak pemimpin yang jujur, Ustaz
Ade kerap mendapat teror,” jelasnya.
Ali
mengatakan bahwa dia secara pribadi telah memaafkan pelakunya. Serta
berdoa agar pelaku teror tersebut mendapat jalan kebaikan dari Allah SWT
dan Rasul Nya. Selaku pemuka agama yang mengikuti ajaran kebaikan dan
kedamaian Islam dia hanya bisa menyerahkan nasib dan hidupnya kepada
Allah SWT.
“Selain itu, karena kita hidup di negara yang berdasarkan
hukum maka kita menyerahkan penuntasan persoalan ini kepada pihak yang
berwajib. Serta saya didampingi kuasa hukum saya sudah membuat laporan
ke Polrestabes Medan,” katanya.
Ali menambahkan
bahwa khusus untuk warga Sumut yang sudah mendapat informasi
pengerusakan dan teror tersebut agar tidak terpacing emosi. Pasalnya di
jelang pemilihan kepala daerah ini, khusus untuk pasangan Djarot dan
Sihar Sitorus serangan sangat banyak. Terlebih saat ini pasangan nomor
urut dua dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut dipastikan menang.
“Sehingga banyak upaya untuk mencederai demokrasi. Khususnya bagi para
pelaku politik yang tidak dapat menerima kekalahan,” tegasnya.
Zen
Herman SH selaku kuasa hukum dari Ustaz Muhammad Ali Lubis mengatakan
bahwa laporan pengaduan mereka telah diterima kepolisian. Pihaknya juga
sudah membuat Berita Acara Pengaduan (BAP) dengan nomor
STPL/1279/VI/2018/SPKT Restabes Medan yang diterima oleh Amintas
Simbolon (Iptu NRP 62080265).
“Kita jadikan hukum sebagai panglima. Jadi
jangan ada yang terprovokasi. Terlebih jelang pemungutan suara 27 Juni
mendatang. Kita hadapi semua dengan kepala dingin. Karena hukum akan
berpihak pada kebenaran,” katanya.(bcl comm)


