"Saya
tak berhenti memberikan rasa salut terhadap orang-orang yang berjuang
untuk anak-anak. Berjuang untuk memberikan hak dan perlindungan terhadap
anak-anak," ungkap wanita yang akrab disapa Patty itu dalam pertemuan
dengan Jaringan Perlindungan Anak Sumatera Utara di Hotel Grandhika
Setiabudi Medan, Jalan Dr Mansur Medan, Kamis (21/6/2018).
Patty
yang didampingi sang suami, Sihar Sitorus dan kedua putra mereka, juga
mengungkapkan pertemuan mereka dengan keluarga para korban tragedi
terbalik dan tenggelamnya KMP Sinar Bangun di perairan Danau Toba di
Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6/2018).
Dalam
pertemuan itu pula Patty melihat bagaimana perjuangan tim gabungan
mencari dan menolong para korban, juga penantian keluarga korban.
"Begitu juga ketika saya melihat langsung tim SAR dan gabungan yang
melakukan pencarian terhadap para korban tragedi kapal tenggelam di
Danau Toba, yang juga ada anak-anak sebagai korban. Siapa pun yang
melihatnya akan sangat tersentuh dan sedih dengan kondisi di sana,"
akunya.
Pertemuan ini membuat dirinya teringat
akan masa di mana ia bersentuhan dan mengabdikan dirinya mendidik
anak-anak yang putus sekolah di pinggiran DKI Jakarta.
"Saya sempat
mengajar dua tahun di pinggiran Jakarta untuk anak-anak putus sekolah,"
kenang wanita yang akrab disapa Patty itu.
Patty
bahkan siap masuk dalam barisan untuk ikut memperjuangkan hak-hak anak.
Dirinya siap membantu dengan pengalaman yang didapatnya.
"Saya melihat,
betapa pentingnya membangun karakter anak. Saya harapkan ke depannya,
kita tetap berkomunikasi. Saya akan membantu dengan apa yang bisa saya
lakukan dan dari pengalaman saya," pungkas Patty. (BCL Comm)

