Medan - Setarapost.
Program unggulan Kapolri Police Go To School dilaksanakan Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu SH MH, yang di dampingi. Bhabinkamtibmas, Desa Sei Mencirim AIPTU Yudi Lapian di SMK 1 Kutalimbaru Jalan Pasar IX Desa Sawit Rejo Kutalimbaru, Senin (7/5/2018), pukul 07.45 Wib.
Program Unggulan Police Go To School, di pimpin Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu SH MH. Dalam pembina upacara, di ikutkan 600 orang. Masing - masing 25 guru dan 575 siswa.
Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu SH MH dalam pengarahan di hadapan siswa SMK 1 mengungkapkan, sebagai siswa harus menghormati orang tua dan guru. Karena guru ialah, perpanjangan tangan orang tua siswa yang mengikutti pendidikan di SMK 1 Kutalimbaru.
"Jangan coba - coba, melawan dan memukul guru. Apabila terjadi pemukulan yang di lakukan siswa sama guru bisa fatal buat siswa. Salah satu contohnya siswa sekolah Torjun Sampang Madura yang memukul gurunya. Februari 2018 hingga membuat guru tersebut, pendarahan di otaknya. Karena di antam siswa tersebut, pakai benda tumpul. Akibat perbuatanya , yang telah menganiaya guru. Si siswa kena vonis 6 tahun penjara,"terang Martualesi Sitepu.
Untuk itu, Ia berharap agar para siswa jangan meniru kejadian tersebut karena itu mencoreng nama baik orang tua, dan sekolah. Kalau sudah melakukan penganiayan tersebut, sudah pasti masa depanya suram dan gelap.
Martualesi Sitepu menegaskan, sebagai generasi bangsa, harus bisa jadi suatu kebanggaan orang tua dan keluarga. Maka dari itu, siswa harus dapat di siplin dan ikutkan peraturan di sekolah. Apalagi, sekarang maraknya Narkoba membuat generasi muda hancur masa depanya.
"Jangan ada masalah, mencari Narkoba. Soalnya Narkoba sumber petaka yang dapat membuat kejahatan. Jadi, tingkatkan iman dan takwa kepada tuhan yang maha kuasa. Apalgi siswa SMK 1 Kutalimbaru, sebentar lagi menghadapi ujian kenaikan tingkat. Mari semangat belajar, agar cita - cita siswa dapat tercapai," Kata orang nomor 1 di Polsek Kutalimbaru.
Usai Martualesi Sitepu memberi pengarahan dan memimpin upacara. Seluruh stakeholder SMK 1 Kutalimbaru yang di pimpin kepala sekolah, Sahrun M.Pd melalui wakil kepala sekolah, Lilik Subagio S.Pd. Menolak dengan keras, agar sekolah jangan di jadikan tempat kampanye dan politik praktis, juga menolak Hoax ujaran kebencian. Dan mendukung pilkada damai 2018 juga pilpres 2019. (Afd).

