Di Langkat, Djarot Tegaskan Jangan Mau Terima Uang Limpul dan Cepek

Minggu, 29 April 2018 | 10.42 WIB

Bagikan:
Cagub Sumut No. Urut 2, Djarot Saiful Hidayat dan sitri saat kegiatan pengobatan gratis di Desa Teluk, Kec. Secanggang, Kab. Langkat, Sabtu (28/4)
Langkat, SetaraPost - Calon Gubernur Sumatera Utara H Djarot Saiful Hidayat beserta istri dalam kesempatan ini melakukan sosialisasi dan pengobatan gratis di Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sabtu (28/4). 
Warga tampak antusias menanti kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Dalam sambutannya, Djarot mengatakan bahwa masyarakat sendiri yang punya kepentingan agar terwujud perubahan di Sumatera Utara. Dia juga menegaskan, untuk tidak menjual suara jika tak ingin sengsara dan Sumut tetap tertinggal karena pemimpin yang korup. Hal ini disampaikan Djarot kepada ribuan warga yang hadir di acara tersebut. 
“Jadi, bukan saya, tapi saudara-saudara sekalian yang paling memiliki kepentingan Sumut berubah, Sumut yang semua urusan mudah dan transparan,” ujar H Djarot. 
Djarot menegaskan bahwa stigma negatif yang selama ini melekat, semua urusan mesti uang tunai, harus diubah menjadi semua urusan mudah dan transparan. Tidak ada lagi korupsi, sehingga uangnya dapat dialokasikan untuk melayani kebutuhan masyarakat, bidang kesehatan, pendidikan dan sosial.
Pasangan Djarot-Sihar akan memprogramkan Kartu Sumut Sehat (KSS) bagi masyarakat tidak mampu agar mendapatkan pengobatan gratis. Kemudian memprogram Kartu Sumut Pintar (KSP) agar biaya pendidikan gratis bagi pelajar SMA/SMK, Aliyah. Dan, bagi yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan mendapat beasiswa.
“Jadi, jangan mau terima uang limpul (Rp50 ribu), uang cepek (Rp100 ribu) atau berapa pun itu kalau hanya akan sengsara lima tahun,” tandasnya.
Djarot pada kesempatan itu juga mengapresiasi tingginya antusiasme warga terutama kaum ibu telah hadir dalam kegiatan pengobatan gratis. Hal itu menunjukkan jika kesadaran masyarakat untuk hidup sehat sangat tinggi.
Djarot mengatakan, hidup sehat harus dimulai dengan mengonsumsi makanan sehat. Tidak perlu mahal-mahal. Sehat itu gak mesti mahal.
“Kalau ibu-ibu sehat, anak-anak pun sehat, suami juga sehat,” pungkasnya. (btc) 

Bagikan:
KOMENTAR