\n\n

Prabowo Tegaskan Sikap Bebas Aktif dan Nonblok Indonesia di Forum EEF Rusia

Kamis, 03 September 2026 | 18.27 WIB

Bagikan:
Presiden Prabowo saat menghadiri Forum EEF di Rusia (Foto: BPMI Setpres)

Vladivostok (Setarapost24) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan tidak berpihak kepada blok atau aliansi militer tertentu. Indonesia, menurutnya, terbuka untuk membangun hubungan baik dan bekerja sama dengan seluruh negara, termasuk berbagai kekuatan besar dunia.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.


Prabowo menyatakan bahwa keterbukaan Indonesia dalam menjalin hubungan internasional telah menjadi kebijakan yang dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia ingin menjaga hubungan yang baik dengan semua negara tanpa harus bergabung dengan aliansi militer mana pun.


Dalam bidang ekonomi, Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tetap bersikap mandiri, tetapi terbuka terhadap kerja sama dengan negara-negara sahabat. Pemerintah menawarkan hubungan perdagangan yang adil dan menguntungkan bagi setiap pihak yang ingin menjadi mitra Indonesia.


Namun, keterbukaan tersebut tidak berarti Indonesia akan bergabung dengan satu kelompok untuk menghadapi atau merugikan kelompok lainnya. Indonesia berkomitmen memperlakukan seluruh mitra secara setara dan tidak menggunakan kerja sama internasional sebagai alat untuk mengancam pihak tertentu.


Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menyoroti posisi Indonesia yang dinilai penting dalam dinamika global. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara besar di dunia dengan posisi strategis yang perlu diperhitungkan dalam berbagai perkembangan internasional.


Pertemuan dan pernyataan kedua pemimpin tersebut memperlihatkan upaya Indonesia untuk tetap menjaga kepentingan nasional di tengah persaingan kekuatan dunia. Indonesia memilih membangun persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara tanpa terjebak dalam rivalitas antarkelompok.

Bagikan:
KOMENTAR