| Industri manufaktur di Provinsi Zhejiang, China timur (foto: cgtn) |
Beijing (Setarapost24) - China terus mempercepat transformasi sektor manufaktur
melalui pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi,
serta penerapan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya China
meningkatkan efisiensi industri sekaligus membangun sistem manufaktur yang
mampu menghadapi tuntutan ekonomi dan teknologi di masa depan.
Transformasi manufaktur tidak hanya diarahkan pada
peningkatan kapasitas produksi. Perusahaan juga didorong menggunakan teknologi
untuk mengurangi penggunaan energi, menekan emisi, meningkatkan kualitas
produk, dan mengoptimalkan proses produksi.
AI dan Otomatisasi Ubah Cara Pabrik Berproduksi
Salah satu perubahan terbesar terjadi melalui penerapan artificial
intelligence (AI) dan sistem otomatisasi.
Teknologi digital memungkinkan perusahaan memantau proses
produksi secara lebih cepat dan akurat. Mesin dan sistem produksi dapat saling
terhubung sehingga perusahaan memperoleh data secara real time untuk membantu
mengambil keputusan.
Penggunaan robot dan perangkat otomatis juga membantu meningkatkan
produktivitas di sejumlah sektor manufaktur.
Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan China yang
mendorong generasi baru manufaktur cerdas. Presiden Xi Jinping pada September
2026 menyerukan agar sektor manufaktur maju China terus diperkuat, sementara
Perdana Menteri Li Qiang menekankan pentingnya digitalisasi dan peningkatan
teknologi berbasis AI di sektor industri.
Industri China Mulai Beralih ke Produksi Ramah Lingkungan
Transformasi industri China juga mencakup aspek lingkungan.
Perusahaan manufaktur mulai melakukan pembaruan peralatan
agar konsumsi energi lebih efisien. Industri dengan penggunaan energi tinggi
juga diarahkan untuk mengurangi emisi melalui teknologi produksi yang lebih
bersih.
Konsep green manufacturing menjadi semakin penting karena
industri tidak hanya dituntut menghasilkan produk dalam jumlah besar, tetapi
juga mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Penggunaan energi yang lebih bersih, pengelolaan limbah,
pemanfaatan kembali panas buangan, serta sistem pemantauan emisi berbasis
teknologi menjadi bagian dari perubahan tersebut.
Perusahaan Manufaktur Manfaatkan Data dan Teknologi Digital
Digitalisasi memungkinkan pabrik mengintegrasikan berbagai
tahap produksi dalam satu sistem.
Data yang dikumpulkan dari mesin dapat digunakan untuk
mengetahui kondisi peralatan, memperkirakan kebutuhan pemeliharaan, serta
mengidentifikasi potensi gangguan produksi.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengurangi
waktu henti mesin dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Perkembangan manufaktur berbasis teknologi juga terlihat
dalam data ekonomi China. Reuters melaporkan bahwa output industri China tumbuh
5,2% secara tahunan pada Agustus 2026, dengan manufaktur berteknologi tinggi
dan peralatan menjadi salah satu penopang pertumbuhan. Produksi baterai
lithium-ion dan robot industri juga mencatat pertumbuhan yang kuat pada periode
tersebut.
Manufaktur Maju Jadi Strategi Ekonomi China
Pengembangan industri manufaktur berteknologi tinggi
merupakan bagian dari strategi China untuk memperkuat kemampuan teknologi
domestik dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi tertentu.
Pemerintah China juga berupaya mengarahkan investasi dan
sumber daya menuju sektor manufaktur maju, termasuk teknologi tinggi,
kecerdasan buatan, robotika, kendaraan listrik, serta berbagai industri
strategis.
Namun, perkembangan industri teknologi tinggi tersebut
berlangsung bersamaan dengan tantangan ekonomi domestik. Reuters mencatat
konsumsi masyarakat China masih relatif lemah dan sektor properti menghadapi
tekanan, sehingga pertumbuhan manufaktur menjadi salah satu penopang penting
perekonomian.
China Ingin Bangun Industri yang Lebih Efisien
Transformasi menuju manufaktur cerdas dan hijau menunjukkan
perubahan cara China mengembangkan sektor industrinya.
Pabrik tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan jumlah
produksi, tetapi juga pada efisiensi energi, otomatisasi, pemanfaatan data,
pengurangan emisi, dan peningkatan kemampuan teknologi.
Dengan kombinasi AI, robotika, digitalisasi, dan teknologi ramah lingkungan, China berupaya membangun basis manufaktur yang lebih modern sekaligus memperkuat daya saing industrinya di pasar global.(cgtn)