Bitcoin Tembus US$80.000, Posisi Short Senilai US$183 Juta Terlikuidasi

Jumat, 18 September 2026 | 23.01 WIB

Bagikan:

 

Ilustrasi Bitcoin (foto: tradingview)

Jakarta (Setarapost24) - Harga Bitcoin kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Kenaikan tersebut memberikan tekanan besar kepada trader yang sebelumnya mengambil posisi short atau bertaruh bahwa harga Bitcoin akan turun.


Dalam waktu sekitar satu jam, lonjakan harga Bitcoin memicu likuidasi posisi short senilai kurang lebih US$183 juta. Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan dengan leverage ditutup secara otomatis karena pergerakan harga bergerak berlawanan dengan posisi trader.


Bitcoin Menguat Cepat di Tengah Tekanan Pasar

Pergerakan Bitcoin melewati US$80.000 menjadi salah satu perhatian utama pasar kripto. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat diperdagangkan sekitar US$80.587 pada Jumat pagi waktu Amerika Serikat, naik lebih dari 5% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.


Kenaikan tersebut terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan akibat perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan ketidakpastian regulasi aset kripto.


Meski demikian, Bitcoin mampu kembali menguat dan menembus level US$80.000.


Trader yang Ambil Posisi Short Tertekan

Kenaikan harga yang berlangsung cepat membuat trader yang memperkirakan Bitcoin akan turun mengalami kerugian.


Ketika harga bergerak naik melewati level tertentu, posisi short dengan leverage dapat terkena forced liquidation. Bursa kemudian menutup posisi tersebut untuk membatasi potensi kerugian yang lebih besar.


Dalam pergerakan terbaru ini, sekitar US$183 juta posisi short dilaporkan terlikuidasi dalam waktu satu jam setelah Bitcoin melewati US$80.000.


Fenomena tersebut juga dapat mempercepat kenaikan harga karena penutupan posisi short pada dasarnya membutuhkan pembelian kembali aset yang sebelumnya digunakan dalam posisi tersebut.


Bitcoin Kembali Jadi Perhatian Investor

Penguatan Bitcoin terjadi ketika pasar aset digital masih menghadapi sejumlah faktor makroekonomi.


Pada pekan ini, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara kegagalan undang-undang kripto utama di Senat AS turut menjadi perhatian investor. Namun, Bitcoin tetap menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat.


Selain faktor makroekonomi, aliran dana ke produk investasi Bitcoin juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar. Kelompok ETF Bitcoin yang dikelola sejumlah perusahaan besar mencatat sekitar US$160 juta arus dana masuk bersih pada Kamis, menurut data JPMorgan yang dikutip Wall Street Journal.


Apa Arti Likuidasi Short bagi Pasar Bitcoin?

Likuidasi besar-besaran tidak selalu berarti kenaikan harga akan berlangsung terus-menerus. Pergerakan harga yang didorong oleh penutupan posisi short berbeda dengan kenaikan yang sepenuhnya berasal dari permintaan pembelian baru.


Karena itu, pelaku pasar biasanya juga memperhatikan volume perdagangan, arus dana ETF, pergerakan Bitcoin dari bursa, serta kondisi ekonomi global untuk melihat perkembangan pasar berikutnya.


Bitcoin sebelumnya juga mengalami pergerakan tajam setelah sejumlah posisi leverage terlikuidasi. Pada 17–18 September, misalnya, laporan TradingView lain mencatat lebih dari US$247 juta posisi short di pasar kripto mengalami likuidasi, dengan sekitar US$66 juta di antaranya merupakan posisi short Bitcoin. (tradingview)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI