\n\n

Antisipasi Kecurangan, Anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto Bongkar Bantuan Bantuan Pemprovsu

Kamis, 21 Mei 2020 | 04.40 WIB

Bagikan:
Medan, Setara Post
Adanya dugaan kecurangan pada pengadaan bantuan sosial dari Pemprov Sumut ke sejumlah Kabupaten/Kota di Sumut membuat Anggota Dewan berang.

Seperti halnya Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Rudy Hermanto, dalam kunjungannya ke gudang penyimpanan bantuan gugus tugas Covid 19 di Padangsidempuan, Rabu (20/5) dirinya langsung membongkar kotak bantuan dan menimbang jumlah bantuan apakah sesuai dengan timbangan yang dijanjikan.

"Kita hari ini mau memastikan lagi bahwa agar jangan sampai rakyat dicurangi dengan adanya bantuan yang tidak sesuai timbangan seperti yang ditetapka pihak Pemprovsu. Untuk itu kita langsung timbang di lokasi," tegas Rudy Hermanto.

Dalam sidak yang turut diikuti oleh Anggota DPRD kota P. Sidempuan Hj.Taty A Tambunan SH yang juga ketua DPC PDI Perjuangan P. Sidempuan dan di terima Kepala BPBD yang juga sekretaris Gugus Tugas Ibrahim Dalimunthe ini, Rudy Hermanto tidak menemukan adanya kekurangan timbangan dari bantuan yang akan diberikan.

"Hari ini ada bantuan sebanyak 13.951 paket harga Rp.225.000 = Total Rp.3.138.975.000. Semuanya adalah berasal dari rakyat dan untuk rakyat oleh karenanya kita mau pastikan jangan sampai ada mark up dalam penyalurannya," ungkap anggota DPRD Sumut ini.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan apabila ada yang menerima bantuan tidak sesuai dengan yang telah dianggarkan pemerintah yaitu berupa beras 10 Kg, Gula pasir 2kg, minyak makan 2kg, mie instan 20 bungkus.

"Jika ada masyrakat yang menerima bantuan tidak sesuai dengan yang telah dianggarkan pemprovsu silahkan sampaikan ke kita agar kita tindaklanjuti," imbau Rudy.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sumut, Riadil Akhir Lubis membantah adanya kebocoran hingga belasan miliar dari pengadaan sembako program Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada 1.321.426 KK terdampak Covid-19.

Termasuk soal tudingan ambil untung di balik selisih harga pengadaan sembako itu. Ia mengatakan tidak ada aksi ambil untung.

"Tidak ada mark up," ujarnya.

Ia merinci harga sembako sebesar Rp 225.000 per paket per kepala keluarga (KK).

Satu paket berisi beras 10 kg senilai Rp 112.000, minyak goreng 2 liter senilai Rp 28.000, gula 2 kg senilai Rp 37.000 dan mi instan 20 bungkus senilai Rp 48.000.

Baca juga: Bantu Warga Terdampak Covid-19, Wali Kota Madiun Bersepeda Bagikan Sembako

"Total semuanya Rp 225.000 per paket bantuan untuk setiap KK," jelas Riadil. (Agm)

Bagikan:
KOMENTAR