Edward Zega
Medan, setarapost
Pariwisata Nias bisa bangkit kembali jika pemerintah mempercepat peningkatan bandara Binanga menjadi bandara Internasional. Sehingga wisatawan mancanegara (wisman) di Asia seperti Singapura, Malaysia,Thailand serta negara-negara Eropa dan Timur Tengah dapat menikmati berbagai potensi objek wisata yang ada di Pulau Nias.
“Potensi objek wisata Nias tersebut salah satunya adalah wisata bahari di Laugundri yang selama ini dikenal dengan selancar dan tidak kalah dengan objek wisata Bali,” ucap Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Edward Zega menegaskan hal itu di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020), terkait dengan perkembangan pariwisata Pulau Nias ke depan.
Selain itu, ada objek wisata lain yang tidak kalah menariknya yakni lompat baru dan tari-tarian Nias. Menurut Edwar Zega, jika objek wisata pantai di Teluk Laugundri, Pantai Sorake maupun lainnya menjadi salah satu destinasi wisata di Sumut selain Danau Toba Parapat, pemerintah harus meningkatkan anggaran pariwisata di Pulau Nias.
“Tidak seperti selama ini kue anggaran pariwisata di Pulau Nias sangat minim. Bahkan pemerintah terkesan menganaktirikan Pulau Nias dalam pengembangan pariwisata di Sumut,’ katanya. .
Lebih jauh Edward Zega menyebutkan bahwa pengembangan pariwisata di Pulau Nias tidak bisa berkembang jika jalan lingkar Pulau Nias tidak dibangun, termasuk berbagai akses jalan menuju berbagai objek wisata di Pulau Nias tidak dibenahi.
Ia menyakini jika peningkatan bandara dan jalan lingkar Pulau Nias sudah dibangun, maka wisman dari berbagai negara-negara dunia dapat berkunjung kembali untuk menikmati keindahan panorama alam, budaya dan olahraga selancar di Pulau Nias tersebut.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut VIII meliputi Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Utara (Nisut), Nias Selatan (Nisel), Kabupaten Nias (Induk) dan Nias Barat (Nisbar), ia berkewajiban untuk mendorong agar pemerintah mempercepat peningkatan pembangunan di Pulau Nias, terutama dunia kepariwisataan yang terkait dengan infrasturktur jalan, transportasi udara, transfortasi laut maupun lainnya.
Seperti diketahui, pada tahun 1990-an, pariwisata Pulau Nias pernah berbinar-binar, dengan objek wisata di Laugundry dan Sorake yang waktu itu dikelola Almarhum pengusaha, Yopie Batubara. Di dua objek wisata tersebut juga terdapat hotel dan homestay masyarakat setempat.
Namun sayangnya, sejak Almarhum Yopie Batubara meninggalkan Nias dan beralih dalam dunia property di Kota Medan, maka aura pariwisata di Pulau Nias meredup dan perlahan-lahan tenggelam dalam putaran waktu. Selain itu anggaran untuk pariwisata di Indonesia, khususnya Sumut juga semakin berkurang tiap tahunnya. Bahkan promosi untuk memperkenalkan berbagai objek wisata di Sumut serta kabupaten/kota sudah tidak ada lagi. Padahal promo untuk itu dirasakan sangat perlu.
Beberapa bulan lalu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan mengakui bahwa potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata di Sumut ternyata bukan hanya Danau Toba Parapat. Tapi juga Pulau Nias.
“Potensi wisata Nias juga tidak kalah menarik dengan objek wisata di Pulau Bali Provinsi Bali. Saya yakin bila tempat bermain selancar di Laugundry dan Sorake dibenahi bisa menambah devisa untuk negara,” kata Wiwiek Sisto Widayat saat Media Gathering Wartawan Ekonomi Bank Indonesia di Resort Simalem beberapa bulan lalu di tahun 2019. (Agm)
Edward Zega : Pariwisata Nias Bangkit Jika Bandara dan Jalan Ditingkatkan
Selasa, 04 Februari 2020 | 22.19 WIB
BERLANGGANAN NEWSLETTER
KOMENTAR
TERKINI
TERKINI
