\n\n

Sidimpuan EXPO Diserbu Emak Emak, UKM Kelontong Serba 2000 Jadi Sasaran

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 08.55 WIB

Bagikan:
Padangsidimpuan – setarapost.
Keberadaan Pameran Sidimpuan 2019 dalam rangka HUT Pemko Padangsidimpuan mengundang animo dan antusiasme yang sangat luar biasa dari masyarakat dan membawa berkah bagi para pedagang.

Selain stand pemerintah, di pameran sidimpuan expo juga terdapat stand miliki swasta dan pedagang UMKM yang berjejer mengelilingi  alun alun Alaman Bolak Pusat Kota Padangsidimpuan baik pedagang yang datang dari luar daerah dan pedagang lokal yang menyajikan Booth produk, produk kelontong hingga produk makanan dan minuman ramai di serbu pengunjung.

Pantauan awak media hingga hari ke 3 (tiga), Jum'at (18/10) stand pameran yang dilebeli nama UKM kelontong 2000 binaan Dinas Perdagangan kota Padangsidimpuan menjadi sasaran serbuan kaum emak emak  yang bahkan rela mengantri, menunggu giliran untuk berbelanja karena barang barang yang dijual relatif murah.
Menyajikan berbagai barang barang perlengkapan rumah tangga dengan harga sangat murah bahkan ada yang serba Rp.2000, diantaranya ember, sapu, baskom, kerjanjang, sendok, tempat gula, kopi dan masih banyak  yang lainnya yang terbuat dari bahan plastik.
Lusi seorang ibu rumah tangga saat diwawancarai awak media ketika mengantri menunggu giliran untuk berbelanja mengaku senang dapat membeli barang barang keperluan dapur dengan harga yang lebih murah.
" Lumayan lah, sisa uangnya bisa untuk beli kebutuhan lainnya. Belanja Rp.30 ribu sudah dapat segitu,”ujar Lusi sambil menunjuk belanjaan rekannya, seraya berharap kegiatan seperti pameran ini sering digelar karena menurutnya selain berbelanja murah juga dapat menyaksikan hiburan gratis.

Hal senada juga diungkapkan Nanda Rahmad salah seorang mahasiswa jurusan Ekonomi yang mengenyam pendidikan disalahs atu Perguruan Tinggi di kota Padangsidimpuan, sangat mengapresiasi kegiatan Pameran Sidimpuan Expo tersebut karena menurutnya kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi potensi produk lokal bagi pelaku UKM dan pedagang pedagang kecil yang kreatif dan inovatif.

“ Kalau saya boleh usul, pameran seperti ini bisa dilakukan lebih sering lagi oleh Pemerintah, minimal 2 atau 3 kali lah dalam setahun karena Pameran seperti ini sangat bermanfaat bagi UKM. Selain bisa mengenalkan produk usaha mereka serta dapat membantu memasarkan juga dapat digunakan untuk membuat jaringan antar sesama pelaku UKM lainnya.  "ujar Nanda yang akan Wisuda Pascasarjana pada tahun ini.

Sementara pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) Kelontong 2000, sangat sulit untuk diajak wawancara karena sibuk melayani para pembeli.(Saut Togi Ritonga)
Bagikan:
KOMENTAR