![]() |
| Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. |
Setarapost.com | Menjelang pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden (wapres) terpilih, Joko Widodo – Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) pada 20 Oktober 2019, kelompok mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta dan daerah-daerah lainnya, seakan-akan ditunggangi oleh kelompok tertentu.
Dilansir dari situs beritasatu.com, Tjahjo mengungkapkan terdapat indikasi pihak tertentu memanfaatkan situasi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden.
“Mencermati gelagat perkembangan dinamika yang sekarang, ada indikasi-indikasi (pihak tertentu) yang memanfaatkan situasi,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Rabu (25/9/2019).
Menurutnya, para pihak yang mencoba membonceng aksi mahasiswa telah terdeteksi. Pihak yang dimaksud pun turut menyusup dalam aksi.
“Saya kira sudah sudah terdeteksi semua, termasuk yang ikut demo. Membaur bersama unjuk rasa mahasiswa. Siapa yang mahasiswa dan yang bukan mahasiswa bisa dideteksi. Misal lewat CCTV, rekaman video, dan lain-lain,” ungkap Tjahjo.
Dia menyatakan, pelantikan presiden dan wapres mendatang merupakan puncak proses demokrasi yang berhasil dijalankan seluruh rakyat Indonesia. Pilihan mayoritas rakyat terhadap Jokowi-Ma'ruf dalam Pemillu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 sepatutnya dihormati.
Tjahjo optimistis stabilitas tetap terjaga hingga hari H pelantikan.
“Aparat keamanan dan intelijen serta pemerintah daerah pasti kerja keras menjaga amanah konstitusional tersebut yang harus berjalan sesuai tahapan-tahapan konsolidasi demokrasi,” tandas Tjahjo Kumolo. (beritasatu)
