Tapanuli Selatan - Setarapost.
Memasuki akhir dua priode kepemimpinan Bupati Syahrul M Pasaribu dinilai gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Tapanuli Selatan.
" Bisa dilihat di Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan dalam angka dan juga Indikator Kesejahteraan Tapanuli Selatan, sejak tahun 2011 sampai dengan 2018 belum ada peningkatan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tapsel, tepatnya stagnan pada status sedang,” Ujar Pemerhati sosial Sumatera Utara Zikri Azizan Lubis kepada wartawan, Minggu 25 Agustus 2019.
Zikri memberikan salah satu contoh, bahwa didalam dokumen statistik kesejahteraan Tapanuli Selatan tahun 2018 BAB 5 tentang perumahan, menerangkan bahwa sedikitnya ada 21,20% sumur tak terlindungi dan hanya 3,53 sumur bor dan 56,75% sumur terlindungi,
hal tersebut dinilai sangat berbanding lurus dengan banyaknya yang menderita penyakit diare dan kolera pada tahun 2016 berjumlah 1.329 jiwa untuk kategori umur dibawah dan diatas 15 tahun, dan pada tahun 2017 penderita penyakit diare dan kolera meningkat cukup signifikan diangka 6.854 jiwa.
Demikian juga perhatian terhadap pembangunan infrastruktur yang belum merata bahkan terkesan terkonsentrasi juga masih adanya daerah yang belum menikmati aliran listrik di 74 Tahun Kemerdekaan RI dan adanya program listrik terbarukan yang dicanangkan pemerintah.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Lingkaran Mahasiswa Tapanuli Bagian Tabagsel (LIMA-TABAGSEL) Muhammad Amru yang mengatakan prihatin dan kecewa atas kinerja Bupati Tapanuli Selatan, terlebih ini diujung Periode kedua Syahrul Pasaribu.
" Kita kecewa dengan kinerja Bupati Tapsel yang kebijakannya dinilai tidak berpihak kepada Rakyat kecil, Lihat saja sebagai contohnya Rasio elektrifikasi di Tapsel masih rendah itu bisa dibuktikan masih banyaknya Desa yang belum disentuh Listrik PLN dan Non PLN, tragisnya bisa kita katakan belum Merdeka dari Kegelapan,” beber Amru.
Dikatakannya, Tapanuli Selatan dengan Sumber Daya Alam yang dimiliki diharapkan mampu lebih maju dari Kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Kita kaya akan Sumber Daya Alam, ada tambang emas di batangtoru yang tentu diharapkan berkontribusi besar dalam Peningkatan PAD, Perkebunan Karet dan Sawit begitu juga dengan Tanaman Holtikultura lainnya serta Tanah yang subur yang barang tentu harus diberi dorongan serta dukungan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan,” tegas Aktivis Lingkungan ini. (Saut Togi Ritonga)
Elemen Mahasiswa Nilai Kepemimpinan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu Gagal
Minggu, 25 Agustus 2019 | 20.26 WIB
SETARAPOST24 NEWSLETTER
Ikuti Kami
di sini!
KOMENTAR

